Notification

×

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Stop Paksa Puluhan Dump Truk Pengangkut Tanah Proyek Cut and Fill,Babinsa dan Bhabinkabtibmas Sungai Pelunggut Turun Memediasi.

Rabu | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T10:21:27Z
Foto : Mediasi Warga dan Pihak Pengembang Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sungai Pelunggut

Batam, radarberita.id – Puluhan warga dari Kelurahan Sungai Pelunggut mendatangi lokasi penimbunan tanah Proyek Cut and Fill Sungai Binti di kawasan Kavling Seroja dekat SMA Negeri 17, menghentikan secara paksa operasional puluhan truk yang sedang mengangkut dan menimbun tanah pada hari ini,Rabu ( 25/02/2026 )

 

Menurut perwakilan warga, Bapak Priyadi, aktivitas penimbunan telah berlangsung sekitar dua minggu dan menyebabkan berbagai masalah bagi masyarakat sekitar. "Jalan akses menjadi rusak, debu banyak mengganggu kesehatan anak-anak, dan suara mesin truk mengganggu istirahat apalagi saat ini bulan puasa" ujarnya.


"Pokoknya kami mewakili warga disini meminta kepada penanggung jawab proyek agar memperhatikan dampak lingkungan pada masyarakat.Kami meminta setiap hari jalan harus di siram agar debu jangan berterbangan" tambah Priyadi.

 

Warga juga menyatakan telah mengajukan keluhan ke dinas terkait beberapa kali, namun belum ada tindakan konkret yang diambil. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melakukan aksi damai dengan menghentikan semua truk yang masuk dan keluar lokasi.

 

Petugas dari Kodim 0316,Babinsa Sungai Pelunggut Sertu Lubis dan Bhabinkabtibmas Bripka J Simanjuntak telah tiba di lokasi untuk melakukan mediasi.Sertu Lubis berupaya untuk memberikan pengarahan kepada pelaksana dan penanggung jawab proyek agar bisa berkoordinasi yang baik dengan warga setempat.

 

Sertu Lubis juga menghimbau agar semua pihak tetap tenang dan menyelesaikan masalah melalui jalur yang benar sesuai peraturan perundang-undangan.


"Kami sebagai petugas yang mewakili Stakeholder Sungai Pelunggut selalu berupaya memberikan respon positif,tidak menghambat pembangunan namun pengembang wajib memperhatikan dampak langsung yang dialami warga" ujarnya.


Sertu Lubis menambahkan,"harapannya pihak pengembang cepat tanggap dalam merespon keluhan masyarakat,jangan sampai jadi memicu hal-hal yang mengganggu kondusifitas masyarakat khususnya di kelurahan sungai Pelunggut" pungkasnya. ( RED )



 

 

 

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update