![]() |
| Aktivitas Diduga Penyelundupan Barang di Kampung air naga dapur 3 |
Batam, radarberita.id - Terpantau, dua truk sarat dengan muatan tertutup terpal terlihat melaju kencang menuju kawasan Barelang pada Senin (11/05) malam.
Kendaraan tersebut dari Batam terus melaju masuk lewat Jembatan Lima melalui Kampung Air Naga, Dapur Tiga.
"Kami hanya buruh bongkar pak. Pemilik barang nama nya Andi . Semua pekerja asli orang warga disini," kata juru kunci bongkar muat berambut gondrong bernama Aslan malam itu kepada beberapa awak media.
Pelabuhan tikus tempat aksi bongkar muat diduga barang ilegal berlangsung cepat di tengah gelapnya pelabuhan tanpa penerangan sama sekali.
Aktivitas semacam ini diketahui kian marak di kawasan Barelang. Seorang juru kunci lokasi itu awalnya mengaku pemilik barang bernama Andi, dan pekerja bongkar muat adalah warga setempat.
Ia menyebut barang tersebut akan dikirim ke luar Batam lewat jalur laut menggunakan kapal kayu, serta mengklaim baru dua kali pengiriman dilakukan.
"Kami disini hanya cari makan. Ini barang baru dua trip atau dua lori yang masuk, sempat dulu stop bang" akunya lagi.
Dugaan makin merentet atas informasi yang di beritahukan.
Namun, pernyataannya berbelit-belit. Saat diminta berkomunikasi lewat ponsel, terungkap bahwa yang mengelola atau mengendalikan kegiatan itu adalah oknum aparat berinisial 'BS', bukan warga sipil seperti yang diklaim sebelumnya.
Informasi yang diterima media terbongkar fakta lain di lapangan bahwa jumlah kendaraan yang lewat bukan hanya dua, melainkan jauh lebih banyak.
Wilayah tabuh Barelang kini menjadi jalur utama pelaku penyelundupan, dengan barang yang diduga berupa barang titipan (jastip). Tercatat ada tiga pelabuhan di kawasan ini yang dijadikan sarang operasi serupa.
Yang paling disayangkan, tidak ada satu pun petugas Bea dan Cukai yang terlihat melakukan patroli di darat maupun di laut saat kejadian. Bea Cukai Batam dinilai sangat kurang melek dan kecolongan atas kegiatan ini.
Padahal, aktivitas ini jelas merugikan keuangan negara yang hilang akibat tidak terbayarnya pajak dan bea masuk. ***
