Notification

×

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lorong "Gelap" Batam, Jalur Rahasia Pelaku Bisnis Logistik Meraup Untung Besar

Kamis | Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T01:47:57Z

Potret Saat Petugas Bea Cukai amankan kendaraan yang bermuatan tidak sesuai prosedur. Sumber Google

Batam, radarberita.id - Hal yang awam, sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Batam khususnya, banyaknya pelabuhan tidak resmi alias pelabuhan 'tikus' di pesisir Kota Batam jadi lorong - lorong "gelap" bagi para pelaku penyelundupan atau jasa pengiriman barang secara ilegal dibalik status daerah Batam sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).


Umumnya, operasi ini tergantung permintaan dari pihak penyedia armada. Lebih dominan aksi ini dilaksanakan dikala terbenamnya matahari bahkan di atas pukul 00.00 Wib menjadi pilihan waktu terbaik agar tidak terlihat oleh masyarakat. Di pelabuhan tikus yang sudah ditentukan, armada kapal Ferry cepat sudah dalam posisi standby. 


Sejumlah barang yang akan diselundupkan pun telah standby di dalam gudang diatas truk lori. Tinggal menunggu instruksi dari aktor intelektual untuk melihat waktu yang pas untuk bergerak.


Adapun jenis barang yang akan dikirim melalui jalur tikus ini biasanya seperti barang paket, rokok tanpa pita cukai resmi, kosmetik impor tanpa izin BPOM, sparepart kendaraan mewah dan barang larangan dan pembatasan (Lartas).


Alasan utama bisnis logistik ini laris manis dikarenakan tingginya beban pajak atas barang yang akan dikeluarkan dari Batam. Pasalnya, fasilitas bebas bea masuk ke Batam oleh status FTZ, namun jika kembali dikirim ke daerah lain akan diberlakukan sebagai barang impor dan dikenai kewajiban perpajakan.


Agar terhindar dari kewajiban kepabeanan dan juga tujuan meraup untung besar, sejumlah oknum pengusaha ekspedisi resmi diduga mengalihkan (subcontract) pengiriman barang paket kepada pihak ketiga yang memiliki jaringan transportasi laut nonformal.


 Menjejaki hal ini, radarberita.id  mendatangi salah-satu lokasi gudang jasa ekspedisi di kawasan industri di seputar daerah Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung Batam.


Kepala Gudang inisial R menolak untuk di wawancarai dan menyampaikan bahwa gudangnya hanya menerima barang masuk dari pusat sortiran di daerah Batam Center.


"Seribu persen kami tidak melayani pengiriman ke luar. Kami hanya menerima barang dan mengantar ke rumah-rumah pemesan," jelasnya.


Faktanya, dilansir dari laman resmi websitenya, jasa ekspedisi SPX Express melayani pengiriman barang dari Batam ke luar kota maupun luar provinsi di seluruh wilayah Indonesia.


"Kalau mau konfirmasi soal armada dan dokumen yang membawa barang-barang ekspedisi perusahaan. Bisanya melalui aplikasi internal untuk bertanya pak," ucapnya.


Jawaban ini menimbulkan kecurigaan atas tranparansi standar operasional perusahaan ekspedisi nya. Dimana, tidak ada pihak yang bisa menjelaskan meskipun itu untuk kepentingan publik.


"Yang pasti hanya bisa melalui aplikasi pak. Itupun dengan mengirimkan email," pungkasnya. Bersambung

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update