
Foto : Calon Penumpang Yang Terlantar Karena Tidak Mendapatkan Tiket
Batam, radarberita.id - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengeluhkan sistem penjualan tiket online kapal ASDP Cabang Batam. Masyarakat menilai sistem online ini justru mempersulit mereka untuk mendapatkan tiket dan diduga menjadi ladang pungli bagi oknum-oknum tertentu di pihak ASDP.
Kekecewaan masyarakat ini muncul karena mereka merasa kesulitan untuk mengakses dan membeli tiket secara online.
Banyak yang mengeluhkan website yang sulit diakses, kuota tiket yang cepat habis, dan proses pembayaran yang rumit.
"Susah sekali mau beli tiket online sekarang. Website kuotanya selalu nol. Tapi jika kita memberi uang ke oknum, kuota secara sistematis langsung terbuka. Terutama tujuan Batam - T. Uban - Buton. Mendingan dulu, beli langsung di loket lebih mudah," ujar Juned, salah seorang calon penumpang yang mengeluhkan sistem tiket online, Minggu (21/12).
Selain itu, masyarakat juga menduga bahwa sistem tiket online ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan praktik pungli. Mereka menduga ada oknum yang sengaja menahan kuota tiket dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.
"Kami curiga ada oknum yang mainkan tiket online ini. Mereka sengaja tahan kuota tiket dan jual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Ini namanya pungli," ujarnya.
Masyarakat pun mendesak agar pihak ASDP Cabang Batam kembali memberlakukan sistem penjualan tiket secara manual seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka menilai sistem manual lebih transparan dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tiket.
Hal ini bukan dari Juned saja sebagai penumpang, Abu bakar juga mengalami kejadian serupa. Ia menilai ada kejanggalan terkait sistem tiket. Kebiasaannya selama ini gampang membeli tiket di loket yang di tunjuk.
"Sekarang ini aneh bang. Penumpang nya tak begitu ramai tapi tiket selalu kosong. Apalagi ini hari saya harus berangkat karena ada acara di kampung. Saya cek, tiket online sudah habis, " sebut nya.
Ia menyebut keberangkatan balik kampung sudah di tunggu pihak keluarga. Apalagi keluarganya yang di Johor /Malaysia sudah mengambil tempat dua hari di sebuah hotel yang ada di Batam.
"Selain istri dan anak. Keluarga dari Malaysia sudah di Batam untuk balik kampung. Kalau begini tak jadi berangkat gimana?. Saya tanya, tiket sudah habis. Ini ada kepentingan pribadi meraup keuntungan," pungkasnya.
"Kami minta ASDP kembalikan sistem tiket manual seperti dulu. Lebih mudah dan transparan. Jangan cuma online saja, kasihan kami masyarakat kecil," tambahnya.
Pihak ASDP Cabang Batam hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat ini. Namun, masyarakat berharap agar pihak ASDP segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan ketersediaan tiket yang cukup bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan selama libur Nataru 2025.
"Masyarakat berharap ASDP segera bertindak dan mengatasi masalah ini. Jangan sampai kami kesulitan untuk merayakan Nataru karena masalah tiket ini. PESAN KAMI MASYARAKAT KEPRI AKAN MENGUNDANG PENGUSAHA PELAYARAN SWASTA UNTUK MASUKAN KAPAL KE PELABUHAN ASDP PUNGGUR BATAM, TUJUAN BATAM - BUTON,
BATAM - TUNGKAL, BATAM - UBAN, "
harus diperhatikan," ungkap nya.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kepri. Mereka berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan kelancaran transportasi selama libur Nataru 2025.(***)